Rabu, 28 Oktober 2009

Muhammad saw. Penutup Para Nabi (5)




*         Penyusuan Nabi Muhammad saw.

Setelah Nabi  Muhammad saw. dilahirkan, maka disusui oleh Tsuwaibah, budak perempuan dari paman Nabi, Abu Lahab. Perempuan ini sebelumnya pernah menyusui paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib. Oleh sebab itu, sesungguhnya Hamzah adalah akhun minar radha'ah (saudara sesusu) dengan Nabi Muhammad saw. Dan menurut tradisi bangsa Arab, bahwa mereka menyusukan anak-anaknya kepada penduduk sahara (badui) agar pertumbuhan jasmaniahnya menjadi cepat dan sehat. Kemudian Nabi Muhammad dipindahkan ke susuan yang lain. Pada saat itu, di mana Muhammad dilahirkan, sekelompok kaum wanita Bani Saad datang berduyun-duyun ke Makkah untuk mencari bayi-bayi yang hendak disusukan. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah dan mereka semua menolak kepada Muhammad karena yatim dan miskin. Di antara wanita-wanita yang menolak kepada Muhammad adalah Halimah as Sa'diah, namun serelah berkeliling dari rumah ke rumah, dia tidak mendapatkan seorang bayi yang hendak disusukan dari keluarga yang kaya yang diserahkan kepadanya, agar dengan upahnya dia bisa meringankan kehidupannya dari kesengsaraan, kemiskinan dan khususnya pada usianya yang menarik untuk itu, maka dia berpikir untuk kembali ke rumah Aminah dengan rela terhadap bayi yang yatim dan dengan upah yang kecil. Sungguh, Halimah datang ke Makkah bersama suaminya di atas keledai yang kurus-kering dan langkah gontai. Pada saat perjalanan kembali pulang, Halimah meletakkan Rasulullah saw. pada pangkuannya dan keledai itu berlari kencang mendahului semua binatang sehingga membuat heran teman-teman seperjalanan.

Sebagaimana yang dituturkan oleh Halimah, bahwa teteknya tidak mengalirkan air susu kecuali sedikit, sehingga bayinya yang disusui selalu menangis karena sangat lapar. Namun ketika teteknya diisap oleh Rasulullah saw. mengalirlah air susu yang deras. Pada saat itu daerah Bani Saad sedang mengalami paceklik, namun ketika mendapatkan kehormatan penyusuan terhadap bayi ini, maka tanahnya menjadi subur-makmur, gemah ripah loh jinawe. Semua kondisinya berubah, dari kesengsaraan dan kemiskinan menjadi kemewahan dan kekayaan.
 Muhammad saw. berada dalam perawatan Halimah selama dua tahun dan dia sangat simpati terhadap Muhammad. Dia merasakan dari lubuk hatinya yang sangat dalam akan sesuatu dan kondisi yang luar biasa meliputi bayi ini. Setelah dua tahun ini, Halimah membawa Muhammad kepada ibu dan kakeknya di Makkah. Namun Halimah yang mengetahui berkah Muhammad saw. yang mengubah kondisinya, meminta kepada Aminah agar Muhammad tetap berada di sisinya untuk kedua kalinya. Aminah pun sepakat dan kembalilah Halimah ke daerah Bani Saad bersama bayi yatim ini. Hatinya berbunga-bunga dan betapa bahagainya Halimah as Sa'diah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar